Aplikasi Berbasis Augmented Reality utk Mendongkrak Potensi Wisata

#belajar

Aplikasi Berbasis Augmented Reality utk Mendongkrak Potensi Wisata

Ketika booming Pokemon Go yg memfamiliarkan Augmented Reality (AR) dalam bentuk game, sempat kepikiran berbagai aplikasi lain dari AR, salah satunya adalah pemanfaatan AR sebagai guide di tempat2 wisata/museum/kampus dsb.

Nah, kemaren ketika ikut excursion day yg difasilitasi oleh NAIST, kami dapet kesempatan utk berkunjung ke Himeji Castle atau The White Egret Castle (1) yg ternyata sudah memanfaatkan teknologi AR ini utk semacam guide virtual (2).

Pertama, perlu unduh aplikasinya dulu : Himeji Castle Great Discovery. Nah, ketika berkunjung ke Himeji Castle, di beberapa lokasi strategis akan ada papan2 ber-logo AR, yg kalau di scan menggunakan aplikasi tsb akan muncul karakter Shiromaru-hime (mascot Himeji castle). Nanti keluar pop up semisal : Look up! lalu muncul video singkat yg bisa di klik ttg penjelasan dari bagian castle yg kita scan tadi. Ada juga fitur2 semacam mengumpulkan items2 di lokasi2 tertentu yg bisa digunakan oleh user utk foto2 dsb. Jangan khawatir, di lokasi ada Free Wifi yg bisa diakses kok.

Bisa dicontek nih idenya. Buat aplikasi AR untuk di Borobudur misalnya, nanti disetiap lantai ada logo AR yg memberikan penjelasan singkat ttg relief2 yg ada di setiap lantai, atau sejarah ttg pendirian Borobudur dsb.

Ref :

1. https://en.wikipedia.org/wiki/Himeji_Castle

2. http://www.himejicastle.jp/en/ar.html

Shisa Kanko : teknik sederhana mengurangi error dan sloppiness ketika bekerja

[Shisa Kanko : teknik sederhana mengurangi error dan sloppiness ketika bekerja]

Bagi yg pernah naik kereta di Jepang, insya Allah familiar dg adegan pak masinis yg nunjuk2 sambil ngomong sendiri sebelum memberangkatkan kereta kan?

Nah uniknya, adegan itu juga dipraktekan oleh temen lab ketika sdg eksperimen kemarin. Nunjuk2 alat sambil bergumam sendiri, lucu wkwk. Pas ditanyain, dia cerita kalau gerakan2 itu di Jepang dikenal dg nama shisa kanko atau pointing and calling dalam bahasa Inggris. Rupa2nya dia sering lupa atau ada prosedur yg terlewat kalau lagi eksperimen, jadi penangkalnya adalah dg shisa kanko, meski terlihat lucu :p

Setelah gugling2, ternyata banyak hal menarik soal shisa kanko (SK) yg memungkinkan buat jadi bahan #belajar. Kalau mau liat contoh realnya, bisa cek video ini (2)

Ide dasar dari SK ini adalah, ketika mengkonfirmasi sesuatu, kita ga cuma ngeliatin saja, tapi juga nunjuk pake jari dan diucapkan dg lisan. Karena otak, mata, tangan, mulut dan telinga kerja bareng2, bisa lebih meningkatkan fokus dan mengurangi resiko kelupaan, error atau sloppiness.

Misal ketika kereta mau berangkat, pak masinis akan nunjuk jam sambil bilang : jam 2 lebih 5 menit, siap berangkat dari Ikoma station; nunjuk pintu kereta sambil bilang : pintu nutup dg normal, yosh, berangkat; terus pencet tombol berangkat.

Penelitian dari the Railway Technical Research Institute di Jepang juga melaporkan kalau SK ini mengurangi error sampai 80 persen (3) dan mengurangi kecelakaan sampai 30 persen (1).

So, next time naik kereta, bisa coba merapat ke gerbong paling ujung tempat pak masinis kerja, sambil curi2 dengar dan liat2 gimana SK ini dipraktekkan.

Bisa juga diusulkan utk diadopsi sama KAI atau perusahaan2 yg terkait transportasi.

sumber gambar (1)

Ref :

1. http://www.allaboutlean.com/pointing-and-calling/

2. https://www.youtube.com/watch?v=9LmdUz3rOQU

3. http://www.japantimes.co.jp/news/2008/10/21/reference/jr-gestures/#.WSPnMMklFEJ