Pemain vs Penonton 2.0

15977747_10155399852541729_7005531978785874585_n

Pemain vs Penonton.

Pernah dengar istilah ini? Saya dulu termasuk yg menganut paham pemain vs penonton ini ketika masih jadi bocil di kampus, menganggap yg berada di dalam kepengurusan organisasi sebagai pemain dan yg berada diluar “hanya” sebagai penonton. Akibatnya fatal sekali, ketika ada masukan dari luar pengurus (yg dianggap sebagai “penonton”) yg terasa makclekit di telinga, dihempas begitu saja oleh “pemain” dan menjadikan paham ini sebagai tameng untuk berlindung. Pemain vs penonton ini jadi pembenaran, excuse untuk tidak mendengarkan masukan, woles dan merasa ga ada apa-apa.

“Ah, mereka kan sekedar penonton diluar sistem, ga ngerti rasanya yg udah kerja (katanya) mati2an di dalam sini. Penonton mah bisanya cuma komentar.”

Fatal sekali ternyata paham ini kalau dipikir dengan kepala adem. Padahal, organisasi itu harusnya mengayomi semua, baik yg jadi pengurus maupun yg sekedar anggota, baik yg dianggap sebagai “pemain” maupun “penonton”.

Maka #tratakdungces sekali perumpamaan dibawah ini, bahwa harusnya “pemain2” itu menempatkan diri sebagai kepala rumah tangga dari seluruh rakyatnya, untuk seluruh yg memberikan kepercayaan kepadanya sehingga bisa menjadi pemimpin rumah tangga, mengarahkan dan membawa kebaikan. Semua harus dirangkul, karena “penonton” pun sejatinya adalah anggota keluarga yg juga berhak utk diperhatikan dan didengarkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s