Jepang yg ramah terhadap visually impaired people

#belajar

Jepang yg ramah terhadap visually impaired people.

Beberapa waktu lalu, sempat mampir turun bareng nyonyah Alifah di stasiun monorail Toyokawa dan menemukan ada sesuatu yg menarik pendengaran. Entah darimana, di dalam stasiun ada suara burung berkicau2 bersahut-sahutan. Karena ndeso, iseng2 merekam suara itu buat kenang2an wkwk.

Kemaren secara kebetulan ketemu dg artikel ini (1), ditulis oleh mas Siang, seorang visual designer yg sdg travelling ke Jepang dan membahas ttg : well-designed (but underrated) experiences that might only shave a second or two of waiting time, but they pack tremendous design intelligence that we can learn from. Salah satunya adalah tentang suara burung di dalam stasiun yg ternyata digunakan untuk memandu saudara2 kita yg visually impaired dan secara rutin menggunakan kereta sebagai mode transportasi. Ada beberapa jenis burung yg dikicaukan, bisa berbeda tergantung daerah, untuk menandai arah eskalator (naik, turun atau dua arah).

Kalau dicermati ternyata banyak jenis2 suara yg sangat membantu bagi saudara2 kita yg visually impaired, namun sering kita abaikan begitu saja. Bunyi kereta datang dan pergi yg berbeda (sekaligus diucapkan dalam bentuk kalimat : xx densya ga tocyaku shimasu, go cyui kudasai dsb), ketika pintu kereta buka dan nutup (pipipipi…), suara di dalam lift ketika nutup/buka (doa ga hirakimasu/shimarimasu dsb) dan masih banyak lagi.

Ternyata service ini adalah bentuk keseriusan dari pemerintah Jepang via Ministry of Land, Infrastructure and Transport yg menerapkan kebijakan ini sejak 2005 (CMIIW). Ada group study, survey, konsultasi dengan ahli dsb hingga dilahirkan lah kebijakan untuk membantu penumpang kereta yg visually impaired dg petunjuk berupa suara2 ini (2).

Menarik.

Izinkan saya menutup postingan ini dengan mengutip mas Siang si penulis artikel (1) :

“So if you’ve made it to the end of this post, I’ve got a challenge for you: the next time you take a walk outside, try to become aware of the thousands of design decisions that were made around you. What works, and what can be improved? Can you discover designs that you haven’t noticed before because of how well they worked?”

Ref :

1). https://medium.com/@teoyusiang/3-things-i-learnt-about-design-while-travelling-in-japan-ae564e03d93f#.ilihx9htd

2). http://www.mlit.go.jp/kisha/kisha02/01/011017_.html

Advertisements

2 thoughts on “Jepang yg ramah terhadap visually impaired people

  1. Hai kak, salam kenal nama aku Silvi.
    Besok maret aku kebetulan bakal ke Naist untuk entrance exam.
    Bisa minta kontak/email kak ? mau nanya – nanya..
    makasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s