Mie instan di Jepang

1911785_10205061822366284_5959375343839436999_n

#belajar

Ternyata di belahan bumi manapun yg namanya mahasiswa pasti berjodoh dg mie instan. Kalau di Jogja ada burjo yg siap 24 jam, maka mahasiswa di sini juga sama-sama suka cup ramen, istilah keren dari mie instan.

Meskipun sebagian besar (kalau bukan semua) varian cup ramen disini ga bisa dimakan karena alasan kandungan zat di dalamnya, tapi minimal ada banyak yg bisa jadi bahan belajar, atau jadi ide bisnis buat yg mau mengembangkan.

Kalau mie instan di Indonesia, standarnya dibungkus plastik (kecuali popmie) dg bumbu yg dikemas terpisah. Pas di kosan dulu, karena ga punya kompor, masaknya cuma pakai air panas. Akhirnya malas dan milih utk pergi ke burjo meski harus bayar lebih. Mie instan yg kurang instan kalau kata temen. Belum lagi masalah kemasan bumbu yg susah dibuka.

Nah, sekedar mau share beberapa keunggulan cup ramen yg bisa di adopsi (kalau mau) :

– Cup ramen di sini dikemas dalam bungkus mangkuk sterofoam. Kalau mau nyeduh, tinggal buka kemasan atasnya, tuang bumbu dan air panas. Tunggu tiga sampai lima menit langsung jadi. Setelah selesai ga perlu nyuci wajan atau piring, bisa langsung buang. Porsinya juga bisa di pilih : mini size (biasanya buat mbak-mbak), biasa (porsi sedang, cukup kenyang) dan jumbo (pas buat mahasiswa). Sumpit bisa minta waktu beli di toko.

Kalau misalnya buat produk kek gini di Jogja, tagline-nya jelas : mie instan yg sebenar-benarnya!

Atau sejenis itulah. Tinggal gimana nunjukin bahwa produk ini bisa langsung makan, tinggal tuang langsung jadi, dan porsinya ga nanggung kek popmie.

Note : Soal sampah sterofoam memang perlu di pikirkan sih, belum dapat solusi yg terbaik soal ini.

– Tentang topping.

Sudah jadi rahasia umum kalau bungkus mie instan adalah salah satu inisiator PHP. Yg dibungkus sama sekali beda dg yg ada di dalam.

Nah, cup ramen di sini biasanya lebih jujur. Misalnya dibungkusnya ada gambar tahu, maka di dalamnya beneran ada tahu semi kering yg akan mengembang kalau di rendam air panas. Ada juga cup ramen dg topping tempura, daging dkk. Mereka jujur sama pelanggan.

Kurang tahu kenapa mie instan belum mengadopsi cara seperti ini. Hingga satu-satunya jodoh mie instan di burjo ya cuma telur atau sepotong sayur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s