Penunjuk jalan

5781_10201243924481223_1320542144_n

Pernah menjumpai track kuning seperti ini?

Kemarin baru baca di Quora, ternyata jalur ini ditujukan untuk membantu temen-temen kita yang tunanetra mengenali jalan.

Pola yang tercetak biasanya dua : panjang atau bulat. Pola gronjal-gronjal inilah yg terasa di kaki ketika jalan. Pola yang panjang menandakan jalan terus; kalau pola bulat-bulat berarti harus berhenti, biasanya ada pas mau naik turun tangga, menyeberang jalan, tepi rel kereta, tempat nunggu bus dsb.

Disini fasilitas publiknya ramah banget, salah satu buktinya, jalur kuning ini pasti ada di setiap stasiun/bus stop/taman dan tempat umum lain.

Ano hito ha ii hito desu! :D

996190_10201217569542366_1250469986_n

Labmate : Fajar-san, tadi saya ketemu orang Indonesia lho, ano hito wa ii hito desu.

Fajar : oh iya? kapan?

L : tadi pas pulang ke dormi, kamar saya kan di lantai lima, pas bawa kardus berat. Waktu naik tangga, ada yg nawarkan bantuan, sambil bawa kardus berat itu, saya tanya mas dari mana, katanya dari Indonesia. Tapi saya lupa namanya, salam dan sampaikan terima kasih buat beliau ya!

Kira-kira gambarnya seperti ini. Oia, ada bonus onigiri dari parafilm nih buat Fajar-san.

F : hahah, siap kalau ketemu akan di sampaikan

 

 

 

Lampu taman

945648_10201198389182869_688166823_n

Dulu, pernah sharing sama anak astro soal polusi cahaya di kota besar : Jogja, Bandung, apalagi Jakarta.

Cahaya lampu dari kota, yang kalau malam terlalu silau sampai-sampai bintang atau langitnya susah kelihatan.

 Waktu jalan pulang barusan, baru sadar kalau lampu taman atau lampu jalan di sini lebih ramah, sinarnya di arahkan ke bawah dan ga menclorong kemana-mana, kalau nengok ke atas langitnya tetep kelihatan.

Dibandingkan dengan lampu taman bulet putih besar yang biasa dipake di Jogja dan menclorong kemana-mana itu, sepertinya desain seperti ini lebih cakep 😀