Nasehat

Baru saja dinasehati dengan sangat halus oleh Nasikun. Jadi inget tentang sebuah nasihat (hadits?), bahwa muslim satu terhadap saudaranya itu ibarat cermin. Bertemu dan sekedar melihatnya saja bisa menjadi pengingat, untuk lebih sering menengok ke dalam dan bermuhasabah, bahwa banyak hal yang masih perlu diperbaiki dalam diri, bahwa banyak hal yang perlu segera dibenahi. Pun dalam nasihat itu juga ada kekata yang dalam dan lembut tersirat, mengingatkan saya tentang twit yang pernah jadi favorit.

‘Know that if people are impressed with you, in reality they are impressed with the beauty of Allah’s covering of your sins’ ~ Ibn al-Jawzi

Kalaulah bukan karena Allah masih menutupi aib-aib kita…

Ya, kalaulah bukan karena Allah masih menutupi aib-aib kita di hadapan manusia, mungkin diri ini sudah tidak ada lagi nilainya, tak bermanfaat lagi apa-apa yang keluar dari lisan dan tulisannya, tak tertutupi lagi oleh agungnya baik sangka dari sesama.

Sementara di lain pihak, kita (atau saya lebih tepatnya) masih saja berpuas dengan kesombongan yang dipelihara. Padahal, lebih pantas saya bersering istighfar atas aib yang masih menggunung itu. Astaghfirullah.

Kalau kata Ustad Salim : kesombongan yang membuat surga tak terraih itu bisa dilatih; antara lain dengan mencintai pujian, sambutan, & tepuk tangan.

T.T

Jazakallah atas nasihatnya kuun.

Nasihat jarak jauh yang efeknya bisa berdentum sekian ribu kilo sampai ke Jogja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s