Membuat Wayang Lebih Enjoyable, #belajar dari pagelaran Kabuki di Jepang

Beberapa waktu lalu dapat kesempatan nonton Kabuki. Alhamdulillah gratis karena kegiatan ini masuk dalam rangkaian program dr pemberi beasiswa. Kabuki ini semacam wayang orang atau kethoprak kalau di Indonesia. Bisa dibaca2 sendiri buat yg belum pernah dengar ttg kabuki, misalnya di sini [1].

39997235_10216853517031281_991707819797381120_n

Ada berbagai hal menarik bisa jadi bahan belajar, khususnya cara2 yg dilakukan tim/pengelola agar kabuki lebih enjoyable.

1. Penjelasan ttg Kabuki sebelum pentas dimulai.
Sebelum pertunjukan dimulai, ada MC yg menjelaskan ttg Kabuki secara singkat dan fun. Filosofi ttg latar background yg dipakai, kenapa ada pohon besar di sana. Juga ttg para pemain musik yg tersembunyi di balik layar. Disinggung juga ttg cara jalan khusus yg sering ditunjukkan aktor kabuki, kemudian ada perwakilan penonton yg diundang ke atas panggung utk praktek. Diakhiri dg teaser atau ringkasan ttg tema pentas hari itu, bagian mana yg menarik dan perlu jadi perhatian, dsb.

2. Earphone Guide
Pertama lihat alat ini pas ada kunjungan ke museum Edo di Tokyo. Amazed. Maklum orang kampung. Earphone Guide (EG) ini sangat helpful utk penonton, baik orang Jepang sendiri maupun foreigners. EG ini berfungsi sebagai semacam guide/translator utk penonton, baik translasi dalam bahasa Jepang (katanya yg dipakai di kabuki biasanya adalah bahasa Jepang jadul) atau pun in English. Ketika pergantian cerita dan masuk tokoh2 baru, EG membantu penonton utk tahu siapa saja tokoh yg ada di panggung dan sedang apa mereka. Ketika ada jokes2 yg terlontar dari pemain, biasanya akan dikasih penjelasan bagian mana yg lucu, haha. Pokoknya EG ini membantu menceritakan kisah atau adegan yg sedang ada di panggung secara live. Simple but nice idea!

40033451_10216853516711273_8219731204476239872_n

3. Kolaborasi dg anime
Trik ini most likely applicable utk yg di Jepang ya. Jadi pentas2 kabuki modern mengusung topik dari anime yg terkenal semacam One Piece atau Naruto [2]. Karena story nya lebih relatable, mungkin anak muda Jepang yg tertarik utk melangkahkan kakinya ke theater kabuki jadi lebih banyak.

40049683_10216853517751299_2212431095478091776_n

[Aplikasinya ke pertunjukan wayang di Indonesia]

Terakhir nonton wayang kulit sudah lama sekali. Jaman masih mahasiswa dan kebetulan ada pertunjukan wayang semalam suntuk di balai desa dekat kontrakan.

Kepikiran saja, poin 1 dan 2 di atas mungkin bisa diadopsi juga utk membantu wayang jadi lebih enjoyable.

– Ada penjelasan dulu dari pak dalang atau asistennya ttg wayang secara singkat. Perkenalan dan penjelasan singkat ttg story yg akan ditampilkan, wayang siapa saja yg akan keluar dalam cerita, ttg sinden, ttg penabuh gamelan, dsb. Juga ttg cerita2 filosofis mengenai apa2 yg ada di stage ketika pagelaran wayang berlangsung, diselingi guyon2 dll, mungkin akan membantu penonton utk lebih engage dg cerita yg akan ditampilkan.

– Earphone guide. Seperti yg tertulis di atas, EG ini akan sangat helpful utk membantu penonton memahami jalan cerita. Saya pribadi masih sangat kesulitan ketika nyimak cerita wayang yg disajikan dg bahasa Jawa alus, apalagi para foreigners.

– Kolaborasi cerita. Kalau di Jepang ada anime, apa yg menarik utk diadopsi ceritanya ke wayang ya? Cerita daerah? Sinetron?

Kalau ada yg tahu atau pernah mengalami pengalaman menarik ketika nonton wayang, ide2 kreatif yg dilakukan pak dalang dan tim utk menarik minat publik ttg wayang, bisa dishare juga di komen 😀

Ref:

1. https://www.japan-guide.com/e/e2090.html

2. https://www.kabukiweb.net/theatres/shinbashi/performance/august_1.html

Menyediakan shopping cart + basket di kawasan kios/pasar tradisional

#belajar

Ide ini terlintas ketika nonton acara “Tsuburenai Mise” (toko yg ga bangkrut) edisi Shoutengai (1). Shotengai 商店街 (shopping district) di Jepang biasanya berupa satu jalan atau gang yg dipenuhi jejeran toko2, mulai dari jualan sayur mayur, buah, snack, baju, sampai tempat makan dan camilan. Meski secara desain ruang dan tata bangunan berbeda dng yg ada di Indonesia, shoutengai ini boleh lah disebut sbg pasar tradisional nya Jepang. Penjualnya banyak yg sudah mbah2, cenderung “dekat” sama pembelinya. Harga dagangan di sini juga mostly relatif lebih murah dr harga pasaran pd umumnya.

38136063_10216662199768469_6146311381277736960_n

Alkisah, sebuah shotengai di daerah Matsubara, Kanagawa (1) kalah saingan sama supermarket yg menjamur dimana2. Pengurus shotengai kemudian memeras otak agar pelanggannya mau datang lagi, dan beberapa ide brilian yg kemudian diterapkan adalah:

1. Menyediakan shopping cart dan basket utk pelanggan yg datang ke shotengai.
Cart dan basket ini disediakan di dekat tempat parkir dan tersedia utk semua pembeli yg mampir ke shotengai. Karena desain shotengai yg bentuknya memanjang, fasilitas ini sangat membantu pengunjung utk tidak repot2 bawa barang belanjaan kemana2. Ketika pulang dan ke tempat parkir, tinggal dikembalikan ke tempat semula.

38247297_10216662200568489_8025933230584627200_n.jpg

2. Membuat pamflet item2 yg diskon dan hari2 diskon ketika item tertentu lebih murah.

Ide2 tsb sepertinya feasible juga utk diterapkan di kawasan kios2 tradisional (kelontong dan atau daerah kios pusat oleh2 di terminal atau semacamnya), khususnya penyediaan shopping cart dan basket. Agar ibu2 yg belanja nantinya tidak terlalu berat bawa barang belanjaan kalau mau mbandingin selisih harga 500 rupiah dari ujung ke ujung. Juga jd ide baru utk penataan kawasan kios/pasar ke depannya. Semoga bisa lebih meramaikan pasar tradisional.

Ref:

1. http://www.tbs.co.jp/tsuburenai-mise/onair/onair_contents_20180715_4.html

Tag penanda utk ibu hamil dan orang sakit di Jepang

Seri tag/ikon/sign yg helpful di Jepang #1

Ada ikon baru di bagian priority seat kereta. Ikon yg menjelaskan ttg tag utk ibu hamil dan orang sakit.

– Tag ibu hamil
Banyak sekali upaya sistemik yg diterapkan oleh pemerintah Jepang utk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil dan anak2. Salah satunya, memberikan tag “おなかに赤ちゃんがいます/ada adek bayi di perut” yg berwarna pink. Tag ini katanya diberikan bersama paket2 support yg lain di awal2 kehamilan (1). Penjelasannya di samping mark yg pink : meskipun belum kentara dari perutnya, periode awal2 kehamilan adalah saat2 penting utk Ibu dan calon bayinya, please be kind ke orang2 yg menggunakan tanda ini. Utk penjelasan lebih lengkap ttg kehamilan di Jepang bisa baca2 di sini (1).

– Tag cross and heart mark utk yg sedang sakit.
Tanda ini digunakan oleh orang2 yg sedang sakit tapi ga terlihat dari fisik luarnya. Utk mereka2 yg sakit tapi tidak diperban, tidak bertongkat atau tanda2 lain yg terlihat dari luar.

Salah satu inisiatif yg baik utk melatih kepedulian dan mengusir prasangka buruk kita. Kalau2 liat ada mas2/mbak2 muda yg duduk di priority seat, latihan buat ga terburu2 menjudge. Siapa tahu memang mereka lebih berhak utk duduk di priority seat tsb.

Ref :

1. https://naister.wordpress.com/2018/04/28/mari-menambah-momongan-di-jepang/

Akses Free WiFi ketika terjadi bencana alam di Jepang

Ketika terjadi bencana alam skala besar di Jepang, “00000JAPAN” atau five zeroes Japan menyediakan akses free wifi bagi masyarakat di daerah terdampak bencana. Inisiatif ini merupakan hasil kerjasama dari operator2 besar semacam KDDI, Docomo, Softbank dan perusahaan2 telekomunikasi lainnya.

Sederhananya, operator2 itu mengubah akses poin wifi-nya menjadi 00000JAPAN yg bisa diakses semua orang, tanpa harus menjadi pengguna operator tsb. Guidelines nya bisa diakses di sini kalau mau baca (1). Inisiatif ini diluncurkan berdasarkan pengalaman gempa Tohoku 2011, bahwa jaringan internet menjadi salah satu kebutuhan vital, terutama untuk safety confirmation dan komunikasi.

Yang punya akses ke menkominfo atau BNPB di Indonesia, bisa banget diusulin ide ini nih, insya Allah sangat bermanfaat.

Screenshot: KDDI meluncurkan layanan 00000JAPAN hari ini untuk wilayah Osaka dan sekitarnya yg terdampak bencana gempa bumi (2).

Ref :
1. https://www.wlan-business.org/wp/wp-content/uploads/2015/03/Wi-Fi_Free_Guideline_Ver.2.0_20150302_en.pdf
2. http://news.kddi.com/kddi/corporate/newsrelease/2018/06/18/3215.html

Kenapa mahasiswa di Jepang banyak yg bekerja part-time

Arubaito (sering disingkat baito バイト) adalah istilah lain part-time di Jepang. Part-time disini, kalau lihat di selebaran atau poster2 yg dipasang di toko, tarifnya sekitar 800-1000 yen per jam. Yg menarik dan bikin penasaran, hampir semua temen Jepang di kampus bilang kalau mereka pernah baito ketika kuliah S1. Ada yg baito di restauran, game centre, jadi guide ketika konser, kasir di supermarket, dsb. Karena masih kuliah, biasanya mereka akan ambil shift malam atau weekend. Ketika ditanya kenapa baito, macem2 jawabannya.

Karena penasaran, gugling2 dan nemu bahan bacaan menarik di tulisan ini (1), ttg The Social Construction Of Youth Employment In Japan.

Ada survei menarik tentang alasan kenapa anak2 muda di Jepang yg masih kuliah memilih untuk baito (1). Alasan2 yg terungkap dari hasil survey ini justru sedikit sekali berhubungan dg biaya pendidikan. Beberapa alasan yg paling banyak disebut kenapa baito: understanding the value of money, meeting people from other generations, widening one’s horizons and finding out about society , pay for travel and leisure activities, or even just meeting a boy/girlfriend.

Semangat ini mungkin senada dengan kenapa anak2 muda di Indonesia giat berwirausaha semenjak kuliah.

Untuk orang2 seperti saya yg kurang bakat wirausaha, mungkin part time jadi salah satu alternatif belajar ttg duit. Seperti nasehat orang tua dahulu, kalau sudah tahu susahnya cari uang, akan lebih hati2 dalam mengelola uang. Lebih hati2 mengelola hidup. Singkatnya, pengalaman baito bisa jadi ajang anak muda utk memahami “nilai/value” dari uang itu sendiri, tak sekedar ttg jumlahnya.

Gimana, tertarik part time ketika masih kuliah?

#ideusaha #4 : Penyedia informasi part-time (website dan aplikasi)

Di Jepang, informasi ttg lowongan baito jadi industri yg lumayan besar. Yg paling familiar mungkin fitur informasi baito di Line. Selain itu, banyak juga website komersil yg menyediakan informasi ttg baito di seluruh penjuru Jepang. Iklan2 ttg website2 ini tersebar di Youtube, TV, dan sebagainya. Yg sering familiar terdengar ada Indeed, Baitoru, Townwork, dkk.

Mungkin ada yg mau buat aplikasi dan website penyedia informasi part time semisal itu juga?

Ket gambar : screenshot fitur Line baito

Ref :

https://www.cairn.info/revue-francaise-de-sociologie-1-2004-5-page-60.htm

Toko khusus snack, jajanan dan cemilan

#ideusaha #3 : Toko khusus snack, jajanan dan cemilan

Salah satu spot cuci mata favorit ketika ke mall deket kampus. Okashi no machioka, toko kecil di pojokan yg jualan khusus snack, jajanan dan cemilan. Siapa yg ga tergoda melihat rak2 panjang berisi jajanan seperti itu 😛

Meski ukuran tokonya tidak terlalu besar, koleksi itemnya variatif dan harganya bersaing. Sayangnya hanya item tertentu saja yg bisa dikonsumsi oleh kita orang muslim.


Semoga nanti ketika pulang ke Jogja, ada yg buat toko seperti ini. Mas mbak yg mau usaha, daripada nambah2in warung kopi atau kuliner modifikasi aneh2 di sekitar kampus, saya usul buat toko khusus jajanan seperti ini saja: varian itemnya lengkap dan bervariasi, harganya bersaing utk mahasiswa dan anak sekolah. Konsepnya simpel, semoga juga laris dan menarik banyak pelanggan

Prospek second-hand book-shop di kota2 pelajar dan mahasiswa

#ideusaha #1 : Retail second-hand book

Book-Off (BO)

Akhir2 ini jadi sering hang-out di Book-Off karena diajakin istri. Seperti namanya, BO ini adalah retail second-hand book, CD, games, manga, alat2 elektronik, dkk. Sekilas baca di wiki, BO baru berdiri tahun 1991 dan jadi salah satu retail yg tahan gempuran krisis ekonomi dng pertambahan jumlah cabangnya paling cepat di Jepang.

Buku2 second-hand di BO dibandrol sekitar 100-1500an yen per buku, tergantung kualitas dan judulnya (red: kami cuma membandingkan buku2 berbahasa Inggris). Sebagai perbandingan, biaya sekali makan di kantin kampus sekitar 500 yen. Jadi, masih feasible lah harga buku second-hand nya utk mahasiswa. Genre buku2 yg dijual termasuk fleksibel, dari mulai novel, non-fiksi, text book sampai kamus.

BO juga aktif mengampanyekan ke customersnya utk jualan buku2 yg sudah selesai dibaca, bisa dibawa langsung ke tokonya BO atau minta dijemput ke rumah.

Akan sangat menggiurkan sekali kalau ada yg mau mengadopsi bisnis second-hand book shop seperti ini di Indonesia. Pasar buku2 bekas sepertinya lumayan tinggi, melihat banyak yg jualan buku2 bekas online di fb. Apalagi di kota2 pelajar yg banyak universitas dan mahasiswanya, setiap yg lulus biasanya akan banyak meninggalkan buku2 bekas. Siap ditampung dan dijual lagi dengan harga yg bersaing. Supply dan demand sudah ada insya Allah, monggo dijalankan roda ekonominya.