Coblos!

Bulan Mei tahun lalu, ketika pemilu Malaysia berlangsung, banyak dengar cerita dari temen lab ttg betapa serunya perjuangan temen2 Malaysia yg di LN utk bisa mengantarkan dan memastikan surat suaranya sampai tepat waktu saat hari H perhitungan suara. Waktu yg diberikan oleh panitia sangat mepet. Surat suara harus dikirim dari Malaysia ke berbagai negara, dicoblos, kemudian dikirim balik ke Malaysia utk bisa dihitung. Lalu muncul gerakan global volunteer yg menerima jastip pengiriman surat suara ke Malaysia. Ada yg mengoordinir utk kumpul di airport2, kemudian ada yg sengaja pulang ke Malaysia utk bawain surat2 suara, sesampai di sana masih diteruskan oleh runners yg membantu mengirimkan surat ke TPS masing2. Heroik sekali. Anak2 muda, millenials, yg semangat menjadi bagian dari perubahan.

Semoga anak2 muda Indonesia seperti kita2 ini (eaa..) pun tak kalah heroik dg mereka.

Bismillah, dua anak millenials siap mencoblos ;D

56839640_10218619324895374_8755614690609987584_n

Kenapa kita suka ngeyel kalau ngobrol tentang pemilu

[Kita sebenarnya sadar dan tahu kalau mereka berbohong, we just don’t care]

Sebelum ikut ribut2 di sosmed nyinyirin kampanye yg bukan junjungannya, sebelum nyoblos di TPS dg rahasia, mungkin bisa baca artikel dan nonton video singkat berikut.

#belajar

Ada ulasan menarik ttg kenapa susah sekali membuat seseorang berpindah haluan politik, bahkan setelah dihadapkan dg fakta2 yg membantah klaim atau false statements dari kandidat junjungannya.

– Fact-checking tidak begitu efektif utk mengubah pandangan politik seseorang, karena psychologically, kita enggan untuk mengakui kalau kita salah [1]. Dalam hati kecil kita, mungkin kita sadar kalau junjungan kita itu memang salah/bohong, tapi kita terlalu gengsi utk mengakuinya, dan kita terjerumus utk take things personally ketika “diskusi” di sosmed. Ada papernya kalau mau baca2 [2, 3]. Akhirnya, we just don’t care dg fakta2 yg ada.

In the past, the research has found that not only do facts fail to sway minds, but they can sometimes produce what’s known as a “backfire effect,” leaving people even more stubborn and sure of their preexisting belief.[4]. Semakin dikasih fakta bukan malah sadar, tapi malah semakin ngeyel.

Kalau take home messages-nya menurut saya pribadi:

– Ngeyel2an di sosmed itu ga efektif buat kampanye, mau dikasih fakta sebanyak apapun, akan susah utk mengubah false belief seseorang. Ketika merasa sudah terlalu lebay membela junjungan masing2, padahal sebenarnya sadar kalau mereka memang salah, sebaiknya ambil wudhu dan ngadem sebentar. Memang berat utk bilang dan mengakui : I was wrong. Saran saya, setelah wudhu dan ngadem, ga usah ikut “diskusi” lagi, cukup melipir perlahan, biarkan aja yg ngejudge2 gitu.

– Karena nyoblosnya bukan di medsos dan bersifat rahasia, jadi sebelum datang ke TPS, silahkan ambil wudhu dan tanya baik2 ke hati nurani, siapa yg sebenarnya pantas memegang amanah itu.

Bismillah.

Ref:
1. https://youtu.be/S8DQ2kseTWw
2. https://link.springer.com/arti…/10.1007%2Fs11109-010-9112-2…
3.https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2995128
4. https://www.vox.com/…/1592…/fact-checks-political-psychology

Re-branding Sambal Pecel sebagai Salad Dressing

#belajar

Kalau belanja di supermarket di Jepang, dressing utk salad biasanya punya rak tersendiri, penuh dari atas sampai bawah dg berbagai rasa.

55897083_10218518089484552_3684856840732016640_n

Promosi kebiasaan hidup sehat dg lebih banyak mengkonsumsi sayur mentah dalam bentuk salad, apalagi yg praktis dan cepat saji, mungkin jadi salah satu pemicu menjamurnya produksi salad dressing.

Nah, Indonesia sebenarnya punya kekayaan kuliner tersendiri yg bisa di re-branding jadi salad dressing. Salah satunya sambal pecel yg sudah familiar di lidah hampir semua orang Indonesia. Sayangnya, sebagian besar sambal pecel olahan ini dijual dalam bentuk paste yg kurang praktis karena harus diseduh air panas sebelum bisa di konsumsi.

Sepertinya menarik kalau sambal pecel dikemas dalam bentuk cair, di dalam botol, dan siap saji sebagai teman makan salad sayur. Bisa juga di aplikasikan utk kuah rujak, sambal plencing, sambal petis atau sambal lothek dkk.

55849463_10218518089084542_614915681858617344_n

Re-branding agar sambal pecel dkk itu bukan lagi hanya ada di warung2 pinggir jalan, tapi bisa juga setara dg salad dressing lain yg gaul, cocok utk millenials dan bahkan go international.

[Bunko-bon: buku dg harga terjangkau, ukuran kecil dan ringan, inspirasi utk meningkatkan minat baca]

#belajar

Pas lihat orang2 Jepang yg baca buku di kereta, selalu wondering kenapa buku2 yg dibaca mostly ukurannya kecil sekali. Setelah cari tahu, ternyata jenis buku seperti itu namanya bunko-bon (文庫本).

Menurut artikel ini (1), ada dua jenis standar format buku di Jepang: tanko-bon (単行本) dan bunko-bon(文庫本). Tanko-bon itu buku ukuran standar (hardcover dan atau paperback) yg sering kita temui, sementara bunko-bon itu semacam mini paperback (mass market paperback).

Lalu apa hubungannya dg inspirasi utk meningkatkan minat baca?

1. Terbitnya bunko-bon berawal dari semangat utk mempermudah akses ke buku2 literatur klasik di Jepang.
Baca2 sejarah munculnya format bunko-bon di Jepang juga menarik. Format bunko-bon ini muncul sekitar tahun 1927 ketika penerbit Iwanami Shoten menerbitkan buku2 klasik Jepang (the Bunko Classic Series) dalam bentuk bunko-bon dg harga murah. Tujuannya agar lebih banyak orang yg bisa baca buku. Rupanya gerakan ini terinspirasi dari ide serupa yg dilakukan oleh penerbit Reclam Verlag dari Jerman (2), ketika mereka menerbitkan “Little Yellow Books”, edisi mini paperback simple dari literatur klasik utk sekolah2 dan kampus2.

^ Ide dan gerakan ini sangat keren kalau bisa diadaptasi di Indonesia. Literatur2 klasik Indonesia yg semakin jauh dari anak2 sekolah dan mahasiswa, diproduksi massal dg kemasan mini dan harga terjangkau. Semoga temen2 penulis, editor, atau yg berkecimpung di dunia buku membaca ide ini dan ada yg tertarik utk mengaplikasikan.

2. Ukurannya yg kecil dan ringan utk dibawa2.
Bunko-bon ukurannya sekitar kertas A6, jadi memang praktis utk ditaruh di tas, dibawa2, dan dibaca ketika mobile. Sebagai gambaran, ukuran A6 itu muat di telapak tangan dan gampang diselip2kan di tas saat bepergian. Waktu dibaca di kereta atau bus pun tidak akan terlalu menonjol atau menarik perhatian.

3. Harganya murah dan affordable.
Harga buku jenis bunkobon biasanya berkisar 500-600 yen. Sebagai perbandingan, satu porsi makan siang di kantin kampus harganya 500 yen. Sedangkan kalau makan di restoran, minimal habis 1000 yen. Oleh karena itu, dari segi harga, buku yg diterbitkan dalam edisi bunkobon ini sangat terjangkau utk semua orang.
Harga buku2 bunkobon juga sudah ditulis di bagian belakang sampul bukunya, jadi satu harga sama di seluruh Jepang. Katanya: this enables the distribution of a wide variety of titles in small volumes and allows for royalties to be paid on books with small initial print runs (3).

Nah, meski banyak pro dan kontra ttg bunkobun ini, akhir2 ini (4) para penulis minta ke penerbit utk publish dalam bentuk bunko-bon agar bisa sampai ke tangan pembaca lebih cepat dan lebih murah. Trend ini dimulai oleh Higashino Keigo, salah satu penulis Jepang favorit kami. Mantap, Pak!

Ref:
1. https://www.redcircleauthors.com/…/books-in-japan-are-gene…/

2. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Reclam

3. https://www.redcircleauthors.com/…/book-prices-are-fixed-i…/

4. https://www.japantimes.co.jp/…/libraries-blame-japans-slu…/…

Emergency Card: Kartu Praktis Ketika Terjadi Gawat Darurat di Jepang

Bagi yang membutuhkan Emergency Card/Kartu Darurat/ 緊急カード、Ehime Prefectural International Center (EPIC) bekerja sama dng Badan Organisasi Perkumpulan Pertukaran Internasional menyediakan link bebas download dan bisa print sendiri dari rumah.

Kartu ini berisikan informasi penting dalam 7 bahasa: Nihongo, English, Bahasa Indonesia, Chinese, Spanish, Portugal, dan Kankoku (Korsel).

Come in handy saat terjadi emergency, misalnya apa yg harus dilakukan saat kecelakaan, sudden illness, kebakaran, gempa, taifuu, dll., nomor yg bisa dihubungi, kosa kata penting, dll.

Bermanfaat banget terutama utk yg nihongonya masih limited.

Link download utk Bahasa Indonesia dan English: http://www.epic.or.jp/epic/documents/English_000.pdf